Kota Solo

Kota Solo

Sejarah kota Solo akan menjadi salah satu hal yang sangat menarik untuk dibahas saat seseorang menginginkan untuk dapat mengetahui lebih jauh tentang kota ini. Solo adalah salah satu kota yang terletak di Jawa Tengah.

Tepatnya, kota ini berada di timur kota Yogyakarta. Kota ini sangat terkenal dengan kebudayaan dan kekayaan alamnya. Tidak jauh beda dengan Yogyakarta,

kota ini juga memiliki sistem pemerintahan kerajaan. Terdapat istana kerajaan yang disebut Kraton Surakarta dan kraton in terletak di pusat kota Solo. Untuk dapat mengetahui lebih banyak tentang kota Solo, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu tentang sejarah kota Solo. Ada banyak hal yang dapat kita ketahui dari sejarah kota Solo.

 

Sejarah kota Solo saat berdiri

Mengingat kota ini sangat kental dengan budayanya yang menganut sistem kerajaan, maka sejarah kota Solo pasti tidak dapat dipisahkan dari peran serta pendiri kerajaan ini. Pada awalnya, Solo hanyalah sebuah desa kecil yang terletak di timur Kartasura. Kartasura adalah ibukota dari kerajaan Mataram. Jarak antara Solo dan Kartasura kurang lebih 10 Km. Suatu saat, raja dari Kerajaan Mataram, yaitu Pakubuwono II memutuskan untuk memindah kerajaannya ke sebuah tempat yang lebih aman, tenang, dan strategis. Akhirnya diputuskanlah untuk memindah kerajaan Mataram ke Surakarta pada tahun 1745. dapat dikatan strategis pada waktu itu karenan Kota Surakarta terletak di tepi Sungai Bengawan Solo sehingga mempermudah akses transportasi mereka pada waktu itu.

Sejarah kota Solo dalam kepemimpinan

Bedasarkan sejarah kota Solo tersebut, maka sampai saat ini, tanggal 18 Februari 1745 ditetapkan sebagai hari jadi kota Solo secara resmi. Terdapat pula sejarah kota Solo yang mengatakan bahwa sebenarnya Kota Solo awalnya adalah sebuah danau yang kemudian dikeringkan untuk menjadi sebuah kerajaan. Menurut sejarah kota Solo, hal ini dilandaskan pada pengadilan resmi yang ditujukan untuk mendukung mitos Nyi Roro Kidul yang dipercaya sebagai Ratu Pantai Selatan.

Dari waktu ke waktu,  sejarah kota Solo berlanjut menjadi pembangunan sebuah kota yang sangat terstruktur. Ada banyak perubahan pada tatanan hidup masyarakat kota ini namun kota ini tetap menjunjung tinggi dasar awal dari kota ini yaitu sebagai kota yang menjunjung tinggi sistem heirarkhi kerajaan. Keberadaan kraton di kota inipun sampai saat ini masih aktif. Pada awal sejarah kota Solo, kota ini dipimpin oleh seorang raja yang bergelar Pakubuwono. Saat inipun kepemimpinan tersebut masih berlanjut pada kepemimpinan Pakubuwono XIII. Namun dengan alasan perkembangan susunan kepemerintahan di Indonesia, kedudukan penguasa Solo adalah sebagai gubernur. Tugas seorang gubernurpun di kota ini akan dibantu oleh seorang wali kota.

Perkembangan sejarah kota Solo

Pada perkembangan  sejarah kota Solo, saat ini Kota Solo telah benar-benar berkembang tanpa melepaskan hakikat budayanya. Kota ini terkenal sebagai kota yang sangat nyaman, bersih dan rapi. Hal ini disebabkan karena kota ini memiliki semboyan yang berbunyo “Solo Berseri” yang merupakan akronim dari “Solo yang bersih, sehat, rapi, dan indah.” Sejak awal sejarah kota Solo pun kota ini sudah terkenal dengan keramahtamahan penduduknya yang bertingkah laku lembut dan berbahasa halus.

Kemajuan sejarah kota Solo

Terdapat banyak sekali kemajuan yang ada pada Kota Solo. Sejalan dengan sejarah kota Solo, kota ini mulai menggeliat pada beberapa sektor pentingnya seperti pendidikan, pariwisata, perekonomian, perdagangan, pelayanan publik dan masih banyak lagi. Ada banyak hal yang menbuat Kota Solo mempunyai ciri khas yang kebanyakan sudah mulai ada sejak sejarah kota Solo dimulai. Intinya, keberhasilan pembangunan kota ini tidak dapat terlepas dari peran serta sejarah kota Solo.

Rangkuman: sejarah kota Solo adalah salah satu hal yang sangat menarik untuk dibahas jika seseorang ingin mengetahui lebih jauh tentang kota ini. Hal ini disebabkan karena keberadaan kota ini tidak dapat dipisahkan dari sejarahnya