Corak Batik Solo

Corak Batik Solo

Batik Solo dikenal memiliki berbagai macam jenis corak. Namun, kebanyakan orang tidak memusingkan corak apa yang mana dalam hal batik. Bagi mereka, semua batik tampak sama, asalkan berwarna cokelat dan bermotif batik.

Bagi orang-orang yang lebih teliti dan khususnya menggemari batik, mereka tahu bahwa jenis batik beragam, berdasarkan wilayah penyebarannnya, teknik pembuatannya, serta pola dan corak yang digunakan. Untuk wilayah penyebarannya,

wilayah batik yang terkenal tentu saja Solo dan Yogyakarta, sehingga kemudian dikenal istilah batik Solo dan batik Yogyakarta. Sedangkan untuk teknik pembuatannya, dikenal teknik batik cap dan batik tulis. Untuk urusan pola dan corak, batik memiliki berbagai macam jenis pola dengan berbagai macam nama, yang dikenal dengan berbagai sebutan yang berbeda antara batik Surakarta dan batik Yogyakarta. Tiap pola dan corak melambangkan suatu makna tertentu. Pola dan corak ini berasal dari kerajaan Mataram dahulu kala. Untuk mengenal pola batik dengan lebih mudah, terdapat dua kategori berdasarkan bentuknya.

Batik Solo geometris

Terdapat corak dan pola geometris pada sebagian batik Solo. Pola geometris adalah batik yang memiliki pola dasar segi dan bangun, seperti bujur sangkar, segitiga, belah ketupat, jajar genjang, trapezium, segi empat, dan lain-lain. Terdapat beberapa jenis pola batik Solo yang menggunakan pola seperti ini, pola tersebut meliputi corak ceplok, corak ganggong, corak parang dan lereng dan corak banji. Corak ceplok merupakan corak yang terdapat bentuk lingkaran dan variasinya. Corak ganggong hampir sama dengan corak ceplok, Anda harus teliti untuk dapat membedakannya. Perbedaannya terlihat pada bentuk isen dan ujung garis terpanjangnnya. Corak parang dan lereng merupakan corak dengan sekumpulan garis miring bersudut 45 derajat. Corak banji memiliki dasar bentuk lambang swastika, kemudian lambang tersebut saling dihubungkan.

Batik Solo non-geometris

Batik Solo non-geometris merupakan pola yang terdiri dari garis-garis tanpa bentuk yang tidak dapat diukur secara jelas. Bentuk garis-garis ini diulang-ulang untuk mendapatkan sebuah motif. Jenis pola batik Solo yang termasuk dalam jenis ini adalah; corak semen, corak lung-lungan, corak buketan, corak pinggiran dan corak dinamis. Corak semen memiliki corak dasar berbentuk gunung yang merupakan perlambang gunung Mahameru. Ragamnya adalah bentuk sawat, mirong, lar dan garuda. Corak lung-lungan hampir sama dengan corak semen, perbedaanya adalah corak lung-lungan tidak memiliki motif dasar gunung. Corak buketan merupakan gambaran bunga, kelopaknya dan kupu-kupu, yang saling jalin. Corak pinggiran dinamakan seperti ini karena unsure penghiasnya biasa digunakan di pinggir kain sebagai hiasan untuk pembatas antara bidang berhias dan bidang kosong. Corak dinamis merupakan perpaduan antara batik tradisional dan batik modern. Unsur-unsurnya masih merupaka  unsur corak yang dikenal, namun hiasannya bukan lagi terdiri dari ornament tradisional.

Jenis batik Solo yang memiliki corak semen adalah semen gurdha dan semen jolen. Contoh batik yang menggunakan corak lung-lungan adalah babon angrem dan grageh waluh. Untuk corak buketan dan corak dinamis, ini merupakan corak yang umum dipakai pada umumnya dan mudah dikenali. Sedang untuk corak pinggiran, biasa digunakan sebagai pembatas pada kemben, dodot, dan udheg. Semua batik ini bisa ditemukan di berbagai toko atau pasar khusus batik yang akan banyak Anda jumpai di kota batik itu sendiri, Solo. Kenali dan lengkapi koleksi batik Anda dengan batik Solo.

Rangkuman: Batik Solo menurut bentuknya terbagi dari dua kategori: geometris dan non-geometris. Corak geometris meliputi ceplok, ganggong, parang dan lereng dan banji. Non geometris: semen, lung-lungan, buketan, pinggiran dan dinamis.